Sebanyak 21 warga Palestina gugur dalam serangan udara oleh Israel di Jalur Gaza sejak hari Selasa, demikian kabar yang disampaikan Palestine Post 24 Rabu kemarin.

Israel melanjutkan serangan agresifnya terhadap Jalur Gaza untuk hari kedua, sementara komunitas internasional masih tutup mulut dan tidak memiliki tindakan terhadap kejahatan semacam itu.

Sebelumnya, sejak Selasa ba’da subuh, Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan seorang komandan Jihad Islam di rumahnya di Gaza City.

Faksi bersenjata Palestina itu mengumumkan kematian komandannya dalam sebuah pernyataan pada Selasa, setelah Israel mengonfirmasi telah menarget Bahaa Abu al-Ata, dalam serangan udara.

Sejumlah rumah dan bangunan Palestina sebagian rusak dalam serangan itu, termasuk markas besar kelompok hak asasi manusia di kota itu.

Tidak lama setelah pembunuhan itu, serangkaian rudal diluncurkan dari Gaza ke Israel, dengan sirine meraung di sepanjang bagian selatan dan pusat wilayah yang diduduki Israel. Sumber medis mengatakan lusinan pemukim ilegal Israel terluka.

Tembakan artileri berat ke Beit Lahia di Jalur Gaza utara membunuh setidaknya tiga warga Palestina, sehingga korban terbunuh hari itu menjadi 10, menurut kementrian kesehatan Gaza. Lebih dari 40 warga juga terluka sejak pagi hari, lanjut kementerian.

Israel deklarasikan keadaan darurat di wilayah dekat Gaza. Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengumumkan keadaan darurat khusus selama 48 jam di wilayah-wilayah dalam jangkauan 80 kilometer di sekitar Gaza.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan serangan Israel dan pembunuhan Abu al-Ata adalah “kelanjutan agresi Israel terhadap rakyat Palestina”.

Hamas berkoordinasi dengan semua faksi Palestina di Gaza untuk menanggapi kejahatan israel.

https://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2019/11/13/173479/sudah-21-warga-gaza-syahid-dalam-serangan-udara-zionis-israel-dunia-tutup-mulut.html

%d blogger menyukai ini: