ANKARA, TURKI – Setidaknya tiga tentara Turki tewas dalam serangan bom yang dituduh dilakukan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di provinsi Sirnak tenggara Turki.

Angkatan Bersenjata Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ledakan tersebut, yang disebabkan oleh alat peledak improvisasi, berlangsung pada sekitar 02:40 pagi waktu setempat pada hari Ahad (27/12/2015), ketika sebuah kendaraan militer lapis baja sedang lewat dekat kota Cizre Nur, terletak sekitar 1.200 kilometer tenggara ibukota, Ankara.

Pernyataan itu mengatakan bahwa selain dari korban tewas, seorang tentara serta polisi mengalami cedera ringan.

Pada tanggal 25 Desember, enam pemberontak PKK tewas ketika pasukan Turki dan pejuang Komunis Kurdi terlibat dalam pertempuran sengit di Cizre. Dua tentara Turki juga kehilangan nyawa mereka dan banyak cedera berkelanjutan selama bentrokan berat.

Staf Jenderal Turki baru-baru ini mengumumkan bahwa setidaknya 205 pemberontak PKK tewas dalam operasi di Turki tenggara sejak 15 Desember.

Sebanyak 139 pemberontak Komunis PKK tewas di Cizre di Provinsi Diyarbakir, sementara 33 lainnya tewas di distrik Sur provinsi yang sama. Sisanya berasal dari provinsi Mardin dan Bitlis.

Ankara telah terlibat dalam kampanye besar-besaran melawan pemberontak Komunis PKK di wilayah perbatasan selatan di masa lalu. Militer Turki juga telah melakukan serangan terhadap posisi kelompok itu di Irak utara.

Operasi itu dimulai setelah serangan pemboman mematikan 20 Juli di kota Suruc Turki selatan. Lebih dari 30 orang tewas dalam serangan, yang pemerintah Turki salahkan pada Daulah Islam (IS).

Setelah pengeboman, pemberontak Komunis PKK, yang menuduh pemerintah di Ankara mendukung IS, terlibat dalam serangkaian serangan balasan terhadap polisi dan pasukan keamanan Turki, yang pada gilirannya mendorong operasi militer Turki. (Adin/Salamfm/ st/ptv/Voa Islam)

%d blogger menyukai ini: