Hasil pendataan yang dilakukan Badan PBB Untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan dari total 1.001 pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar yang tersebar di beberapa kamp penampungan di Aceh, 374 di antaranya adalah anak-anak tanpa orang tua.

Jeffrey Savage, petugas senior Urusan Perlindungan UNHCR yang ditemui di kamp penampungan pengungsi di Kuala Langsa, Aceh, Rabu kemarin mengatakan bahwa fakta yang muncul dihadapannya sangat memprihatinkan karena anak-anak tersebut tidak didampingi oleh orang tua mereka.

Selain pengungsi Rohingya yang mencari suaka politik karena konflik yang terjadi di negara mereka, juga terdapat sekitar 700 pengungsi Bangladesh. Tapi, keberadaan pengungsi Bangladesh yang semuanya laki-laki, bukan dikategorikan sebagai pencari suaka, melainkan pencari kerja, sehingga mereka akan segera dipulangkan karena pada dasarnya tidak ada masalah di negara mereka.

Savage yang berasal dari AS tersebut juga mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh UNHCR, sebagian dari anak-anak tersebut adalah korban penculikan kelompok pedagang manusia (human trafficking).

Ia juga menambahkan bahwa satu di antara mereka terdapat anak seorang dokter yang diculik dan penculik kemudian meminta tebusan dalam jumlah besar.[wira-algaruty/Salamfm/rz]

%d blogger menyukai ini: