Beijing – Seorang peneliti terkemuka tentang kebijakan etnis Cina, Adrian Zenz mengatakan bahwa sekitar 1,5 juta warga Uighur, dan Muslim lainnya ditahan di kamp Xinjiang. Sebelumnya jumlah warga yang ditahan diperkirakan adalah satu juta muslim. Mereka berada di tempat yang disebut Cina sebagai pusat pendidikan.

Peneliti independen asal Jerman itu mengungkapkan, perkiraan barunya didasarkan pada gambar satelit. Selain itu, berdasar pada laporan saksi tentang fasilitas yang penuh sesak dan anggota keluarga yang hilang.

pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh misi Amerika di Jenewa mengatakan bahwa upaya Cina saat ini merupakan kampanye sistematis genosida karena menghapus identitas etnis dan agama yang berbeda di Xinjiang.

Seorang warga Kazakh Uighur, Omir Bekali mengatakan pada acara tersebut, ia telah disiksa oleh polisi Xinjiang kemudian ditahan di kamp selama enam bulan di sebuah ruangan kecil dengan 40 orang.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus memuji Partai Komunis, menyanyikan lagu tentang pemimpin Cina, Xi Jinping, dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Ia tidak punya hak untuk berbicara. (republika/admin)

%d blogger menyukai ini: