Pada rabu (27/05) setelah sholat Ashar, aktivitas pengungsi Rohingya di pengungsian begitu beragam. Saat ini di tempat pengungsian tersedia tempat pelatihan bahasa, karena pada umumnya mereka kesulitan berbahasa Inggris dan Indonesia. Para relawan mengadakan program yang fokus pada keterampilan bahasa, juga menulis latin.

Sepriyanto mengatakan, bahwa didirikannya pelatihan bahasa di posko merupakan bagian dari program besar tim Sinergi yang bernama ‘Happy Center’. Fokus pada pelatihan bahasa, dan pemulihan trauma, mengingat trauma yang ada pada mereka yang begitu mendalam.

Diharapkan, dengan adanya Happy Center, warga Rohingya dapat beraktivitas dengan baik di masa yang akan datang dan tidak mengalami kesulitan berkomunikasi. Kebutuhan pengungsi Rohingya berubah-ubah, tergantung kondisi. Tim relawan sejak hari pertama sudah menyediakan kebutuhan pakaian, sendal dan sebagainya. Lalu berkembang ke perlengkapan sholat karena sebagian besar mereka muslim. Lalu kini yang dirasa mendesak juga ialah pemulihan trauma dan bahasa untuk komunikasi.

[al-khad/salamfm/Reporter: Rizki Lesus, wartawan JITU]

%d blogger menyukai ini: