Buku pelajaran dengan konten negatif selalu saja bisa lolos. Kali ini di Nganjuk. Buku Bahasa Jawa yang memuat cerita berbau pornografi itu beredar di sekolah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Disebutkan, bahwa buku pelajaran muatan lokal kelas VI SD itu berjudul Wasis Basa dan mulai terdeteksi petugas intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk pada awal Mei 2015 lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Anwar Risa Zakaria, S.H., mengakui menemukan petunjuk awal peredaran buku berbau porno itu dari masyarakat. Informasi itu kemudian terus diselidiki pertugas.

Sementara penelusuran di lapangan menyebutkan, buku Wasis Basa kelas VI diperkirakan sudah beredar luas sejak lama. Distributor mengedarkan buku lewat Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan TK/SD/PLB di sejumlah kecamatan. Sebagian lain, langsung mendatangi ke sekolah.

Pihak distributor yang mendatangi sekolah ini biasanya telah membawa surat rekomendasi dari kepala UPTD Pendidikan setempat. Sementara kalimat berbau porno pada buku muatan lokal (mulok) Bahasa Jawa itu merujuk pada istilah hubungan suami-istri yang sangat vulgar sehingga tidak layak bagi anak seusia SD.

[al-khad/salamfm/red:abu faza]

%d blogger menyukai ini: