Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,2 Skala Richter telah mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Ahad kemarin. Gempa yang terjadi pada pukul 16.10 Waktu indonesia timur itu juga  terasa sampai Sorong dan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Gempa tersebut sempat membuat panik sebagian warga meskipun BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BNPB menyatakan, gempa tersebut dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2 sampai 5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

Meskipun gempa berkekutan 7,2 SR yang menguncang wilayah Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara tidak menimbulkan tsunami, namun guncangannya yang begitu kuat membuat ratusan rumah rusak.

Bahkan, satu warga meninggal dunia akibat gempa tersebut. Korban jiwa bernama Aisyah berusia 45 tahun, meninggal dunia setelah tertimpa bangunan yang roboh saat terjadi gempa.

Sementara itu, relawan dari Tim SAR Hidayatullah telah bergerak menuju lokasi gempa semalam. Tim SAR tersebut bergerak menuju Pulau Sofifi, Halmahera Selatan. Tim bergerak untuk melakukan aksi kemanusiaan.

Informasi mengenai jatuhnya korban tewas akibat gempa tersebut juga dipastikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Bupati Halmahera selatan,  Bahrain Kasuba, juga memastikan, akibat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,2 tersebut, satu warga Gane Luar meninggal dunia. Kata Bupati, akibat gempa, sejumlah bangunan pemerintah dan warga mengalami kerusakan. (hidayatullah/admin).