Israel hidup dalam kondisi ketakutan menyusul gerakan boikot Skenario terhadap sejumlah komoditi Israel. Sejumlah pakar Zionis bahkan menyebutnya, lebih berbahaya daripada ancaman nuklir Iran.

Ketakutan tersebut mendorong Israel untuk membentuk Sel-Sel Krisis, sehingga para pakar Palestina meminta secepatnya membuat visi dan setrategi untuk memanfaatkan situasi itu di tingkat internasional, bukan hanya maneuver politik semata.

Surat kabar ekonomi “Kalcalast” Israel yang diterbitkan Senin (8/6) kemarin, mengungkap sebuah laporan rahasia tentang langkah yang disiapkan Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi kampanye boikot Israel yang sangat potensial merusak perekonomian negeri tersebut. Menurut laporan itu, Israel sangat khawatir dengan penurunan ekspor dan investasi asing yang terjun bebas mengarah pada defisit neraca pembayaran Negara.

Laporan mencatat, sejumlah pakar ekonomi di divisi hubungan luar negeri dan kementerian keuangan Israel  menegaskan, skenario ekstrim dari hasil kampanye boikot tersebut mengakibatkan penurunan tajam nilai mata uang Shekel Israel di pasaran internasional, selain menurunkan secara signifikan pasar uang, disamping itu juga terjadi peningkatan utang perusahaan swasta maupun public  dan kelemahan Negara untuk merekrut para investor.[wira-algaruty/Salamfm/asy/Infopalestina.com]

%d blogger menyukai ini: