Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Islam, ISESCO mengutuk otoritas Israel yang telah meresmikan sebuah terowongan yang menghubungkan kota Silwan dengan Masjid Al-Aqso dan sekitarnya.

Dalam sebuah pernyataan ISESCO menegaskan, proyek yang baru diresmikan tersebut merupakan pelanggaran mencolok atas hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO, yang menetapkan tidak boleh diganggu gugat. Baik itu situs suci Islam maupun Kristen di ligkungan Al-Quds Asy-Syarif.”

Lembaga itu menyerukan masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan kriminal ini dan mengekang Israel yang terus mengubah landmark budaya, kemanusiaan dan agama di kota Al-Quds.

Di sisi lain, ISESCO menegaskan dukungannya yang berkelanjutan untuk pendidikan, budaya dan sains Palestina secara umum dan untuk Al-Quds Asy-Syarif pada khususnya.

Pekan lalu, otoritas pendudukan Israel meresmikan apa yang disebut sebagai terowongan “Hajjaj”, dengan partisipasi Duta Besar Amerika serikat untuk Tel Aviv, David Friedman dan utusan khusus Amerika untuk Timur Tengah, Jesen Grinblett.

Terowongan membentang dari Silwan hingga ke bagian bawah Masjid Al-Aqso dan halaman Tembok Buroq. (melayu.palinfo/admin).

%d blogger menyukai ini: