Pemerintah kota penjajah Israel di Al-Quds pada hari Rabu kemarin menyetujui pembangunan 216 apartemen permukiman baru di kompleks permukiman Yahudi Gilo di selatan Al-Quds yang diduduki penjajah Israel.

Seperti dikutip surat kabar Yedioth Ahronoth, komisi daerah di kotamadya Israel di Al-Quds telah menyetujui pembangunan dua menara perumahan 18 lantai di Gilo. Proyek tersebut terdiri dari 216 unit rumah apartemen, selain mal dan taman kanak-kanak.

Sementara itu saluran TV12 Zionis menyebutkan, akan dibangun 216 unit perumahan apartemen demi kepentingan untuk menarik para kalangan muda pemukim pendatang Yahudi, untuk tinggal di dua menara tersebut.

Permukiman-permukiman yang dibangun penjajah Israel tersebut bertentangan dengan semua prinsip internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Meskipun serangkaian resolusi internasional kontra permukiman-permukiman Yahudi tersebut sudah dikeluarkan dan meminta agar permukiman-permukiman tersebut dibongkar dan dihentikan pembangunannya, akan tetapi negara penjajah Israel tidak mau melaksanakan semua resolusi tersebut.

Resolusi internasional terakhir adalah resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB pada 23 Desember 2017. Resolusi ini menyerukan penghentian segera dan sepenuhnya terhadap pembangunan permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat dan al-Quds yang diduduki penjajah Israel. (melayu.palinfo/admin)

%d blogger menyukai ini: