Rabu 30 Desember 2015 15;20

SUKABUMI – Memasuki masyarakat ekonomi Asean (MEA), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi siap percepat label halal, meski saat ini pemberian label halal masih diberikan oleh MUI tingkat provinsi, namun pihaknya akan mengupayakan pemberian label tersebut oleh MUI Kota.

Saat ini perbincangan permasalahan ekonomi sudah menjadi trending topic dunia, oleh karena itu saat ini tinggal bagaimana kemasan konsep ekonomi syariah yang sudah ada bisa dilakukan dengan baik. “Peranan MUI dalam kerangka meningkatkan kualitas ekonomi syariah dalam hal ini ekonomi global itu harus diisi dengan ekonomi syariah, karena ternyata ekonomi syariah ini bisa dipadukaan dan menghasilkan lebih tinggi daripada ekonomi konvensional,” ujar Ketua Umum MUI Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah, setelah selesai acara pembukaan rapat kerja (raker) dan sosialisasi label halal oleh MUI Kota Sukabumi yang bertempat di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski), selasa (29/12).

Oleh karena itu, dalam mengisi MEA, kita harus mengembangkan, mengkaji, meneliti terhadap ekonomi syariah yang sudah ada dan kami juga akan akan meminta kepada MUI pusat untuk pemberian lebel halal dapat dilakukan oleh MUI tingkat Kota.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, M Muraz yang berada di tempat yang sama mengatakan saat ini peran MUI Kota Sukabumi dirasa baik, terkait pemberian lebel halal yang terus dilakukan kepada para produsen. Walaupun dirinya tidak bisa memungkiri bahwa saat ini masih ada beberapa produk rumahan yang belum mengantongi label halal tersebut.

“Pemberian lebel halal oleh MUI ini sangat bagus, dan memang sebuah keharusan untuk memberikan lebel halal, supaya umat Islam terselamatkan dari makanan haram. Memang benar produk yang rumahan saat ini masih belum banyak yang mempunyai label halal, namun saya pastikan pabrik-pabrik semuanya sudah mempunyai label halal tersebut,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, supaya MUI mempercepat terkait pengawasan untuk memberikan label halal menjelang MEA yang sudah di depan mata, sehingga ke depan Kota Sukabumi sudah siap dalam melakukan persaingan ekonomi se-Asean tersebut.

“Semoga dapat dipercepat terkait pengawasan yang dilakukan MUI beserta Dinas Kesehatan dan pihak terkait, sehingga dalam menghadapi MEA Kota Sukabumi sudah siap,” harapnya. (Adin/Salamfm/cr7/d/Radar Sukabumi)

%d blogger menyukai ini: