Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengeluarkan edaran pelarangan lebih cepat dari biasanya. Edaran ini sengaja diterbitkan sebelum Ramdahan tiba agar para pemilik hiburan dapat bersiap-siap, dan tentunya tidak ada alasan apapun karena edaran ini telah pasti. Edaran yang telah diterbitakan itu tertanggal 5 Juni 2015. Sehingga tidak ada alasan lagi dan sanksi bisa diberikan jika tetap buka.

Ia menuturkan Jika ada yang tetap membandel, maka Pemda tidak segan-segan berikan sanksi hingga penutupan tempat hiburan malam. Sanksi pencabutan ijin usaha bisa saja diberikan.

Pemkot Samarinda akan mengintensifkan kinerja Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (BP2TSP) untuk melakukan pengawasan dan memanggil pihak yang melanggar. Dalam surat keputusan Wali Kota tentang penutupan  ini, jenis penutupan yang akan dilakukan meliputi lokalisasi, kafe, bar, pub, diskotik, karaoke dewasa dan keluarga, panti pijat, spa dan mandi uap (sauna), semua tempat penjualan miras dan rumah biliar. [Adin/Salamfm/RS/voa-islam]

%d blogger menyukai ini: