Kementerian Agama kembali menyelenggarakan Program Bantuan Insentif Pembinaan Agama dan Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan bagi guru pendidikan agama Islam atau PAI.

Tahun ini, 50 peserta Bina Kawasan sudah terseleksi dan terpilih. Mereka akan diberangkatkan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal selama 12 bulan kedepan.

Pemberangkatan dilakukan sejak hari ini. Ada 47 kabupaten yang menjadi wilayah sasaran, di antaranya; Aceh Singkil, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Bengkayang, Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Sumba Timur, Rote Ndao, Sorong, Janeponto, Banggai, Buol, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Pasaman Barat, dan Musi Rawas utara.

Sebelum berangkat, peserta program menerima pembekalan dari Dirjen Pendidikan Islam. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Imam Safei, mengajak peserta Bina Kawasan untuk ikut  menyebarkan tentang moderasi beragama, yaitu beragama secara moderat, tidak liberal dan radikal. Hal ini diungkapkan Imam dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Senin kemarin.

Imam juga mengingatkan guru bina kawasan harus dapat menjaga netralitasnya. Jangan sampai ada guru agama yang ikut-ikutan politik praktis. Dia menyebut pihak Ditjen telah meminta bantuan kepada Kepala Bidang dan Kepala Seksi untuk mengawal guru bina kawasan di daerah.

Lebih lanjut, Imam mengungkapkan pemberangkatan angkatan kedua program bina kawasan ini diharapkan bisa menjadi model bagi pengembangan guru PAI di daerah. Saat ini, sejumlah daerah masih mengalami kekurangan guru agama.   (republika/admin).

%d blogger menyukai ini: