Mesir telah menolak permintaan pemimpin Hamas, partai paling berkuasa di Jalur Gaza yang dikepung Israel, untuk melakukan tur ke luar negeri.

Ismail Haniyah sebelumnya berencana mengunjungi sejumlah negara yang mendukung perjuangan Palestina, termasuk Turki dan Qatar, tetapi permintaan itu ditolak Mesir.

Setelah menunggu lama untuk menanggapi permintaan Hamas, yang dilakukan Hamas pada lebih dari satu kunjungan ke Kairo, namun pihak Mesir menolak.

Kairo mengutip kondisi dan keamanan regional sebagai faktor dalam keputusannya tanpa menjelaskan.

Seorang sumber Hamas menyebutkan bahwa Mesir benar-benar keberatan dengan tur luar negeri Haniyah, sebagai protes terhadap negara-negara yang akan ia kunjungi.

Sementara itu, Musa Abu Marzuk, anggota senior Hamas lainnya, tiba di Kairo pada Selasa malam, untuk membahas implementasi gencatan senjata di Gaza baru-baru ini.

Gencatan senjata tidak resmi antara Gaza dan Israel dinegosiasikan dengan bantuan dari Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah dua hari berkobar di bulan Mei.

Kunjungan Abu Marzuk ke Moskow ditunda lebih dari sekali dengan harapan bahwa Mesir akan mengizinkan Haniyah pergi. (hidayatullah/admin).

%d blogger menyukai ini: