Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membahas fatwa tentang pemimpin yang tidak memenuhi janjinya saat kampanye. Wakil Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, mengatakan pembahasan tentang menepati janji kampanye, akan dibahas secara mendalam bersama para ulama MUI se-Indonesia dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pekan depan di Tegal.

Kyai Ma’ruf mengatakan, siapapun yang dilantik menjadi pemimpin, termasuk presiden, memang diambil sumpah jabatan terlebih dulu. Namun, MUI menyayangkan, tidak ada sumpah jabatan menyebutkan agar pemimpin memenuhi janji-janjinya yang disampaikan saat kampanye.

Menurutnya, selama ini masih terdapat berbagai pendapat tentang seorang pemimpin yang tidak menepati janji kampanye itu masuk dalam ranah berdosa atau tidak. Lebih jauh, pemimpin yang bersangkutan itu perlu ditaati atau tidak, Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang hadir di tempat yang sama mengatakan, janji presiden dalam bentuk visi dan misi saat kampanye tercatat dalam dokumen negara. [Adin/Salam FM/abu faza/SI]

%d blogger menyukai ini: