Para tahanan narapidana di LP Kembangkuning nusakambangan mengikuti program hapus tato gratis dengan antusias. Sejak pagi, sekitar 75 napi telah berkumpul di aula untuk mengikuti acara pembukaan. Mereka pun antusias mengikuti proses-proses penghapusan tato, mulai dari pendaftaran, pengecekan lab sebagai salah satu syarat medis, hingga penembakan sinar laser dengan alat khusus yang dibawa ke Nusakambangan. Hal ini sebagaimana dilansir media hari jumat kemarin.

Para napi itu berharap, dengan penghapusan tato itu, akan mendukung upaya mereka untuk berhijrah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

DM, inisial salah seorang napi asal Garut, Jawa Barat, mengaku sudah lama berkeinginan menghapus tatonya. Begitu mendapat info akan ada acara hapus tato di LP Kembangkuning, ia pun segera mendaftarkan dirinya.

DM mengakui bahwa menghapus tato merupakan bagian dari upayanya untuk berhijrah. Dengan menghapus tato, berarti telah menghapus keburukan.

Senada dengan itu, S, inisial warga binaan lainnya, turut gembira bisa ikut program hapus tato. Pria asal Jakarta ini mengaku ingin menghapus tatonya karena malu dengan anaknya. Dengan menghapus tato, ia ingin memberi bukti kepada sang buah hati bahwa dirinya telah berubah.

Pihak Lapas menyatakan bahwa hapus tato merupakan program menarik bagi mereka untuk digelar di lembaga pemasyarakatan. (Panjimas/admin)

%d blogger menyukai ini: