Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta Komite Perencanaan untuk menyetujui pembangunan 300 unit rumah baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Proyek itu untuk menyelesaikan pembangunan yang sedang berlangsung di Dolev di Ramallah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Netanyahu dalam pernyataan yang diterbitkan Jerusalem Post, dikutip laman Middle East Monitor, Selasa kemarin.

Dolev adalah permukiman yang dibangun pada 1983. Awalnya, permukiman itu hanya untuk menampung lima keluarga. Namun, seiring masifnya pembangunan rumah baru, jumlah pemukim pun terus bertambah. Pada 2011, tercatat lebih dari seribu pemukim telah tinggal di permukiman yang dianggap ilegal tersebut.

Pada awal Agustus lalu, Times of Israel melaporkan Netanyahu sedang mencari deklarasi publik dari Presiden Amerika Serikat untuk mengakui kedaulatan Israel atas bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki. Motivasi utama Netanyahu melakukan hal itu adalah agar memperoleh dukungan dari publik Israel menjelang penyelenggaraan pemilu yang dijadwalkan dihelat pada awal September mendatang.

Pada pemilu April lalu, Netanyahu berjanji akan mencaplok Tepi Barat jika terpilih kembali sebagai perdana menteri.

Dalam sebuah wawancara lainnya, Netanyahu mengatakan akan membangun permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki tersebut.

internasional.republika/admin