Disampaikan Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur dalam rilisnya, Pada hari Sabtu, (19/12/2015).mengatakan Tindakan pemaksaan menggunakan atribut Natal bagi karyawan Muslim yang jamak dilakukan oleh pemilik pusat perbelanjaan, pertokoan, mall dan perusahaan-perusahaan setiap memasuki bulan Desember dinilai merupakan tindakan intoleransi atas nama agama yang berpotensi merusak harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara serta kerukunan antar umat beragama dalam bingkai NKRI.

Pembiaran terhadap kasus intoleransi ini, menurut GUIB, merupakan bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, GUIB menilai pernyataan sikap ini adalah sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga, melindungi dan mengamankan bangsa dan negara yang sudah tentu membutuhkan iklim yang kondusif bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang toleran dan harmonis.

Lembaga yang menaungi 63 organisasi Islam (ormas) se-Jawa Timur ini akan terus mengawal dari segala upaya bentuk kristenisasi terselubung berkedok toleransi.
Pernyataan sikap GUIB, Menjelaskan “Kami siap berjuang dan berjihad dengan elemen masyarakat lain untuk melindungi akidah umat Islam dari ‘terorisme akidah’ dan melakukan langkah pencegahan terhadap upaya pemurtadan terselubung berkedok toleransi dan penghormatan terhadap peringatan hari besar agama Nasrani,”{Adin/Salamfm/Hidayatulloh}

%d blogger menyukai ini: