Lembaga Pemantau HAM Internasional, Human Rights Watch Jumat kemarin mengutuk eksekusi mati tiga pemuda yang ditahan oleh rezim kudeta Mesir. Pemantau Hak Asasi Manusia mengungkap bahwa ketiganya disiksa agar mengaku.

Mengomentari hukuman mati itu, pemantau Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa salah satu terdakwa telah mengirim surat kepada Freedom Seekers, sebuah observatorium yang didirikan oleh sekelompok pengacara dan aktivis HAM. Lembaga HAM itu mengungkapkan bahwa pengakuan mereka dibuat di bawah penyiksaan.

Pemantau Hak Asasi Manusia mengatakan surat itu mengindikasikan bahwa mereka disiksa dengan kejutan listrik dan dipukuli di penjara.

Otoritas rezim Mesir melarang ketiganya dimakmakan di pemakaman umum. Pihak rezim hanya memperkenankan ketiga pemuda itu dimakamkan di pemakaman pribadi, yang dihadiri oleh beberapa kerabat yang berdoa untuk mereka di masjid, saat fajar, dan menguburkan mereka dengan cepat.

Dua tahun sebelumnya, Pengadilan Kriminal Mansoura menghukum mati lima terdakwa dengan digantung. Pengadilan sandiwara Mesir mengatakan mereka adalah aktivis Ikhwanul Muslimin. Kelimanya, termasuk tiga pemuda yang dieksekusi pekan ini.

Organisasi hak asasi manusia internasional telah mengkritik kondisi hak asasi manusia di Mesir, mengingat gelombang eksekusi dan penangkapan politik telah dilakukan sejak Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa dengan cara tidak sah, yaitu mengkudeta Presiden Mohammad Mursi pada 2013. Mursi adalah presiden yang terpilih secara demokratis dan sah pada 2012 dari partai berbasis islam, ikhwanul muslimin.(salamonline/admin)