Ahad, 22 Robiu l- Awwal 1437 H / 03 Januari 2016 17;05

BUMISYAM – Hampir dua juta pengungsi Suriah telah menetap di Lebanon. Seperti musim dingin sebelumnya, banyak orang berjuang untuk menjaga tenda mereka cukup hangat untuk anak-anak mereka.

“Yang penting bagi saya adalah untuk menjaga anak-anak saya jauh dari kematian, kita dapat menangani dingin, lebih mudah daripada kematian, bom barel dan penembakan,” jelas Nawal, seorang pengungsi Suriah.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan 195.000 keluarga Suriah sangat beresiko pada musim dingin tahun ini.

“Jumlah tahun yang pengungsi telah tinggal di sini berarti bahwa mereka menghadapi peningkatan kerentanan, semua tabungan mereka telah habis, banyak yang pindah ke pemukiman karena biaya hidup yang jauh lebih murah daripada tinggal di kota,” ujar relawan UNHCR, Maeve Murphy, dikutip euronews, Ahad (3/1).

“Mereka tidak siap untuk kondisi ini. Hal ini praktis tidak mungkin untuk mereka mencari pekerjaan dan karena itu mereka tidak memiliki penghasilan dan benar-benar bergantung pada bantuan dari lembaga kemanusiaan,” Maeve Murphy menambahkan.

Sebuah badai salju selama akhir pekan memburuk kondisi untuk keluarga.

Beberapa tinggal berkerumun di dalam tenda  di sekitar kompor mereka untuk tetap hangat.

“Yang penting bagi saya adalah untuk menjaga anak-anak saya jauh dari kematian, kita dapat menangani dingin, lebih mudah daripada kematian, bom barel dan penembakan,” jelas Nawal, seorang pengungsi Suriah.

Beberapa anak berkeliling di luar untuk mengumpulkan kayu bakar, sementara yang lain bermain di salju. (Adin/ Salamfm/san/Bumisyam)