Sebuah pesawat tempur melakukan serangan udara terhadap satu-satunya bandara yang berfungsi di Libya. Akibatnya semua jadwal penerbangan di bandara yang terletak di Tripoli itu dihentikan.

Sebuah sumber keamanan di bandara Mitiga di timur kota mengatakan tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Serangan menghantam landasan pacu tanpa menimbulkan korban.

juru bicara maskapai nasional Libyan Airlines, Mohammed Gniwa, mengatakan bahwa Otoritas penerbangan sipil memutuskan untuk menunda lalu lintas udara sampai pemberitahuan lebih lanjut ke bandara Mitiga.

Dalam sebuah pernyataan, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal dan Kepala Misi Dukungan PBB di Libya, Ghassan Salame menyebut Tentara Nasional Libya di bawah pimpinan Khalifa Haftar, sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Salame mengutuk serangan itu, dan menyerukan agar operasi udara dihentikan. Dia juga memperingatkan bahwa tanpa de-eskalasi, negara itu dapat menghadapi “konflik dan dimulainya perang saudara”.

Terjadi pertempuran sengit di dekat Tripoli sejak pasukan Haftar melancarkan serangan pada hari Kamis yang bertujuan mengambil ibukota. (kiblat/admin).

%d blogger menyukai ini: