Kebijakan represif yang diterapkan terhadah Muslim Uighur di Turkestan Timur, kembali menyasar umat Islam di negara itu.

Seperti dilansir Worldbulletin, pada Selasa (26/05) bahwa sebanyak 181 Muslim Uighur telah ditahan oleh polisi Cina dengan tuduhan menjadi bagian dari kelompok kejahatan yang terorganisir.

Dalam beberapa tahun terakhir di Turkestan Timur telah terjadi peningkatan serangan terhadap pasukan Cina sebagai imbas penindasan yang dilakukan penguasa Cina terhadap umat Islam. Pelarangan shalat di masjid dan puasa Ramadhan, serta larangan mendirikan sekolah Islam, dan lainnya, melahirkan protes yang tak berkesudahan.

Setelah mendapat serangan, polisi Cina melakukan serangkaian operasi dan menangkap ratusan Muslim Uighur dengan tuduhan sebagai “pelaku kejahatan kelompok yang terorganisir”.  Namun aktivis Turkestan Timur mengatakan bahwa polisi Cina telah menerapkan kebijakan represif yang berlebihan terhadap Muslim Uighur. Sementara rezim Cina menuduh Muslim Uighur berusaha untuk membangun kembali negara merdeka di Turkestan Timur.

Al-khad/salamfm/mus/wordbulletin/salamonline]

%d blogger menyukai ini: