HEBRON – Ribuan warga Palestina berkumpul di Hebron, Sabtu (2/1/2016), untuk memakamkan 14 jasad pria, yang diserahkan penjajah Zionis “Israel” setelah dibunuh atas dugaan melakukan penyerangan.

“Israel” menyerahkan 23 jasad warga Palestina pada Jumat (1/1/2016) sebagai upaya meredakan ketegangan. Di antara seluruh jasad tersebut, 14 di antaranya berasal dari kota di Tepi Barat selatan.

Masjid Al-Hussein dipadati warga ketika 14 jasad terbungkus bendera Palestina itu diperlihatkan sebelum dishalatkan.

Shalat diadakan di satu-satunya stadion di Hebron, berdekatan dengan Al-Hussein, saat ratusan warga lain menunggu di luar masjid itu di tengah udara dingin.

Beberapa orang tidak bisa menahan air mata mereka, sedangkan sebagian lainnya mengangkat bendera dari berbagai faksi Palestina.

Bassel Sadr (20), merupakan salah satu yang dimakamkan.

Ia ditembak mati pada 14 Oktober 2015 di dekat Kota Tua Jerusalem setelah polisi penjajah menyatakan ia mencoba menusuk pasukan keamanan.

Tidak lama sebelum pemakaman, para perempuan berkumpul di rumah Sadr. Ibu dan saudara perempuannya menangis sambil memeluk tubuhnya.

“Bassel adalah syahid (semoga) pertama (dari Hebron) yang jasadnya ditahan ‘Israel’ selama 80 hari,” kata ayah Bassel Sadr kepada AFP.

Pemakaman warga Palestina lain akan dilaksanakan pada Sabtu di seluruh Tepi Barat.

Sejak gelombang kekerasan meletus pada awal Oktober, 138 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan penjajah “Israel”. Sebagian besar dibunuh saat akan menyerang warga Israel. “Israel” tidak selalu mengembalikan jenazah para penyerang itu dengan segera.

Seorang juru bicara militer mengatakan setelah penyerahan jasad pada Jumat (1/1/2016), sebanyak total 76 jenazah telah dikembalikan, sementara dua jenazah lain masih ditahan. Polisi kemungkinan masih menahan lebih banyak jasad, kata dia.

Sumber Palestina menyatakan “Israel” masih menahan 17 jasad, termasuk 15 warga Palestina dari Jerusalem Timur. [Adin/Salamfm/Suara Islam]