Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Sahabat yang dirahmati Alloh , pada pembahasan yang lalu kita telah mengetahui tentang “tanda hati yang sakit” semoga hal tersebut menjadi intropeksi bagi diri kita apabila mendapati tanda-tandanya berada dalam diri kita, agar segera mungkin kita mengobatinya. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang “tanda hati yang sehat” dengan harapan menjadi penyemangat bagi kita untuk memiliki macam hati tersebut.

Untuk itu, marilah kita kenali kesehatan qolbu kita dengan melihat kadar rasa takutnya kepada Alloh , sebagaimana Alloh berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, ialah mereka yang bila disebut nama Alloh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Alloh-lah mereka bertawakkal”. (QS. Al-Anfal : 2)

Bagaimana cara kita mengetahui qolbu memiliki rasa takut kepada Alloh ?. Tentunya hal ini dengan melihat tanda-tandanya, diantaranya adalah :

Yang pertama. Rasa gemetar pada tubuh, dan rasa tenang pada kulit dan hati ketika mendengar Al-Qur’an, sebagaimana Firman Alloh :

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

“Alloh telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur’an, yang serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Alloh. Itulah petunjuk Alloh, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Alloh, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya”. (QS. Az-Zumar : 23)

Yang kedua. Kekhusyu’an hati ketika berdzikir kepada Alloh , sebagaimana Firman Alloh :

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Alloh dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Hadiid : 16)

Selanjutnya, yang ketiga. Mendengarkan kebenaran dan tunduk terhadapnya, sebagaimana Firman Alloh :

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Qur’an itulah yang hak dari Tuhan-mu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Alloh adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus”. (QS. Al-Hajj : 54)

Yang keempat, selalu kembali bertobat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, Sebagaimana Firman Alloh :

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

 “Yaitu orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah, sedang Dia tidak kelihatan olehnya, dan dia datang dengan hati yang bertaubat”. (QS. Qof : 33)

Yang kelima. Ketenangan dan kewibawaan, sebagaimana Firman Alloh :

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang Mukmin, supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka yang telah ada. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan adalah Alloh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Fath : 4)

Yang keenam, berdebarnya qolbu karena cinta kaum Mukminin, sebagaimana Firman Alloh :

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka Muhajirin dan Anshor, mereka berdoa, “Ya Robb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Hasyr : 10)

Yang ketujuh. Selamatnya hati dari iri dan dengki, sebagaimana Firman Alloh :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu, ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh, orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali-Imron : 103)

Apabila hati kita telah demikian, maka bersyukurlah kepada Alloh dengan mempertahankannya, dan memeliharanya agar dapat istiqomah. Namun sebaliknya, bila tanda-tanda ini belum ada, maka hendaknya banyak lagi bertaubat, dan ingat dengan sabda Rosululloh :

“Celakalah seseorang yang menjumpai Romadhon kemudian selesai bulan tersebut belum juga diampuni”. (HR. At-Tirmidzi)

Dan yang kedelapan. Hati yang sehat selalu mengutamakan hal yang bermanfaat.

Imam Ibnul Qoyyim mengatakan, “Hati yang sehat lebih mengutamakan hal bermanfaat daripada hal berbahaya”. Tanda-tanda hati yang sehat adalah, selalu mengutamakan yang bermanfaat seperti beriman kepada Alloh-az- , belajar, dan menuntut ilmu syar’i, membaca dan mentadabburi Al-Quran, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan sebagainya.

Sahabat yang budiman… Demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya, terlebih kita bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari obati qolbu kita agar selamat di dunia dan akherat.

Wallohu a’lam…

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.