Sedikitnya tiga Masjid di Jerman menerima ancaman bom melalui surat elektronik pada Kamis kemarin. Setelah ancaman tersebut, para pejabat berinisiatif mengevakuasi gedung dan meningkatkan langkah-langkah keamanan.

Dua Masjid di negara bagian Bavaria, Jerman selatan dievakuasi setelah staf mereka menerima email yang tampaknya berasal dari kelompok sayap kanan yang mengancam akan membunuh ummat Muslim dan menuntut pembebasan anggotanya dari penjara.

Polisi menggeledah Masjid di Pasing dan Freimann, tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Masjid lain di kota barat laut Iserlohn juga menerima email serupa pada Kamis yang mengklaim bahwa bahan peledak telah ditempatkan di dalam gedung.

Polisi mengevakuasi Masjid, menutup jalan-jalan di daerah itu, dan mulai melakukan pencarian dengan mengerahkan anjing pelacak.

Masjid terbesar Jerman di kota barat Cologne juga menerima ancaman bom pada Selasa sebelumnya dan ternyata hanya tipuan belaka.

Negara ini telah menyaksikan pertumbuhan Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda partai-partai sayap kanan.

Lebih dari 100 masjid dan institusi keagamaan diserang pada 2018 yang lalu.

Polisi mencatat lebih dari 800 kejahatan rasial terhadap Muslim tahun lalu, termasuk penghinaan, ancaman surat dan serangan fisik. Setidaknya 54 Muslim terluka dalam serangan itu.

Jerman, negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis. Di antara hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, 3 juta berasal dari Turki. (arrahmah/admin).

%d blogger menyukai ini: