Organisasi Pelarangan Senjata Kimia telah membentuk Tim Investigasi dan Identifikasi untuk menyelidiki sembilan serangan di Suriah yang diduga menggunakan senjata kimia. Kota Douma adalah salah satu lokasi yang akan didatangi tim tersebut.

Sebuah dokumen yang disebarkan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia ke negara-negara anggotanya mengatakan telah mengidentifikasi daftar tentang insiden serangan senjata kimia di Suriah antara 2014 dan 2018. Selain di Douma, tim tersebut akan menyelidiki serangan di Al-Tamanah, Kafr-Zita, dan Hama utara. Semua serangan di daerah itu terjadi pada pada 2014.

Tim pun akan bergerak ke Marea dan Aleppo utara untuk mengkaji dugaan serangan senjata kimia yang terjadi pada 2015. Kemudian pada 2017, terdapat tiga serangan di Ltamenah dan Hama yang diduga menggunakan senjata kimia. Tahun lalu, dugaan serangan senjata kimia juga dilaporkan terjadi di Saraqib dan Idlib.

Tahun lalu, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia telah merilis laporan sementara tentang penyelidikan penggunaan senjata kimia di Douma yang terjadi pada April 2018. Mereka menyebut gas klorin telah digunakan dalam serangan itu dan menewaskan 78 warga sipil.

Selain kunjungan ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan sampel lingkungan, tim juga melakukan wawancara dengan saksi serta pengumpulan data. Laporan sementara itu kemudian dibagikan ke negara-negara penandatangan Konvensi Senjata Kimia dan Dewan Keamanan PBB. Tujuannya agar mereka dapat membaca dan menganalisis sendiri hasil laporannya. (republika/admin).

%d blogger menyukai ini: