Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia atau MUKISI berkerja sama dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia menargetkan sebanyak 100 rumah sakit untuk mendapatkan sertifikat syariah pada 2020.

Ketua Umum Pengurus Pusat MUKISI, dokter Masyhudi mengatakan, sementara ini baru 65 rumah sakit yang masih dalam proses sertifikasi, baik Rumah Sakit Islam maupun milik pemerintah.

Masyhudi menjelaskan, jumlah rumah sakit di Indonesia saat ini sekitar 2.900 dan rumah sakit Islam yang menjadi anggota MUKISI sejumlah 500. Dari jumlah rumah sakit itu, hanya 65 rumah sakit yang masih dalam proses pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi syariah. Sementara, rumah sakit yang sudah mendapatkan sertifikasi syariah ada 22 rumah sakit, yang terdiri dari 18 rumah sakit Islam dan empat rumah sakit milik pemerintah.

Dia mengakui bahwa rumah sakit yang bersertifikat syariah di Indonesia masih sedikit. Karena, menurut dia, program tersebut baru berjalan dua tahun dan dalam melakukan proses sertifikasi itu tidaklah mudah. Namun, dia berharap kedepannya semakin banyak rumah sakit Indonesia yang bersertifikat syariah.

Dia pun menceritakan tentang awal munculnya program sertifikasi rumah sakit syariah tersebut. Menurutnya, program itu awalnya muncul dari kegelisahan tentang banyaknya rumah sakit di Indonesia yang menggunakan nama Islam hanya sekadar nama saja. Namun, dari segi pelayanan masih belum terstandarisasi, sehingga MUKISI merasa perlu membahas standar sertifikasi rumah sakit syariah tersebut.

khazanah.republika/admin