Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap atau ACT menyalurkan bantuan berupa seribu paket pangan dan rumah darurat seluas 24 meter persegi untuk korban konflik suriah. Semua bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban penderitaan warga Suriah yang menjadi korban perang berkepanjangan.

Kepala bagian kemanusiaan ACT Bambang Triyono mengatakan, ACT memiliki sejumlah program dalam memberikan yang terbaik untuk kemanusiaan di Suriah. Ia juga menjelaskan bahwa ACT telah memberikan 50 ton tepung terigu untuk bahan baku pembuatan roti yang nantinya akan diberikan kepada keluarga yang mengungsi. Selain itu mereka juga memberikan peralatan musim dingin, dan 10 unit bus yang bersiaga untuk memobilisasi eksodus penduduk jika terjadi serangan. Hal ini diungkapkanĀ  Bambang saat konferensi pers di Jakarta jumat yang lalu.

Bambang mengungkapkan, warga Suriah banyak yang terpaksa harus pergi dari kampung halamannya karena konflik yang terjadi di Suriah. Sekitar lebih dari 11 juta warga harus berpindah dari Suriah ke negara lain, seperti Eropa dan juga Turki.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membela Bumi Syam Suriah sebagai bentuk tindak nyata dalam menghadapi krisis kemanusiaan global yang tengah terjadi. Dewan Syariah ACT Ustadz Amir Faishol Fath juga mengajak masyarakat Indonesia bergabung lewat gerakan lima ribu rupiah untuk membantu meringankan beban pengungsi Suriah. Menurutnya, jika setiap keluarga di Indonesia menyisihkan lima ribu rupiah per anggota keluarga, setidaknya ada sekitar 5 miliar yang bisa diberikan kepada pengungsi Suriah

arrahmah/admin