Pertempuran akan kembali meningkat di Afghanistan menjelang musim semi. Pemerintah Kabul telah mengumumkan kampanye militer sementara Taliban sedang mempersiapkannya.

Menurut laporan tidak resmi, seperti dilansir Reuters, ratusan tentara Afghanistan terbunuh atau terluka dalam pertempuran sengit di Afghanistan selatan, barat dan utara sepanjang Maret 2019. Beberapa hari lalu, dua pasukan khusus Amerika serikat tewas di dekat Kunduz. Pada bulan tersebut juga terjadi insiden belasan tentara Afghanistan tewas akibat salah target oleh jet tempur Amerika.

Girm Smith, penasihat International Crisis Group, mengatakan bahwa kecenderungan untuk berperang pada kesempatan-kesempatan tertentu menjadi semakin tidak jelas selama bertahun-tahun. Sebagian besar anggota Taliban sekarang bertempur di dekat rumah mereka dan karenanya tidak perlu menunggu salju mencair di celah-celah gunung.

Namun, setiap tahun Taliban mengumumkan awal operasi musim semi dengan tahun kemelut dan nama sandi lokal, seperti tahun lalu mereka menamakan operasi dengan sandi Khondaq atau Parit.

Tetapi sumber keamanan mengatakan bahwa situasinya berbeda tahun ini. Pasalnya, pasukan pemerintah mendahului Taliban dalam mengumumkan operasi ini. Pasukan pemerintah sudah memberi sandi pertempuran tahun ini dengan “Khaled”.

Smith mengatakan peningkatan kekerasan juga mengancam untuk memperketat posisi dengan menunda penyelesaian dan bukannya mendesak untuk membawa kedua pihak lebih dekat.

(kiblat/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM