Pejabat Afghanistan mengatakan, sebanyak 19 orang tewas dalam serangan Taliban di kantor pemerintah pada Sabtu malam lalu. Kekerasan ini berlangsung di saat pembicaraan damai antara Amerika serikat dan Taliban kembali bergulir.

Sumber pejabat pemerintah menambahkan bahwa serangan itu menargetkan kantor Komisi Pemilihan Umum di provinsi Kandahar. Taliban menggerebek kantor tersebut saat para pegawai sedang bekerja mendata daftar calon peserta pemilihan presiden pada pemilu September mendatang. Taliban datang dengan empat mobil Hamvee.

Setidaknya delapan petugas pemilihan umum dan 11 pasukan keamanan tewas dalam serangan itu, menurut keterangan pejabat pemerintah. Di samping itu, empat pelaku “bunuh diri” juga tewas, berdasarkan kepala kepolisian setempat.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dalam pernyataan melalui juru bicaranya Qari Yusuf Ahmadi, Taliban mengatakan telah menewaskan sedikitnya 57 pasukan keamanan dan 11 lainnya dalam operasi tersebut.

Dalam serangan terpisah, Taliban menewaskan delapan tentara Afghanistan dan melukai delapan lainnya di sebuah pos pemeriksaan militer di distrik Balabulak provinsi Farah di Afghanistan barat.

Mahmud Nuimi, wakil kepala Dewan Lokal di Farah, mengatakan bahwa pertempuran meletus di wilayahnya antara Taliban dan pasukan pemerintah. Baku tembak berakhir setelah pasukan pemerintah menerjunkan pasukan udara.

Sampai saat ini belum ada kesepakatan gencatan senjata dengan Taliban, dan gerakan tersebut menolak segala bentuk gencatan selama pasukan asing belum meninggalkan Afghanistan.

(kiblat/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM