Otoritas Islam tertinggi Mesir Al-Azhar berterima kasih kepada Pemerintah Gambia karena telah mengajukan kasus pidana ke Pengadilan Kriminal Internasional atau ICJ, atas penindasan Muslim Rohingya oleh Pemerintah Myanmar.

Dilansir di Middle East Monitor, sikap Gambia lantang menentang Pemerintah Myanmar dengan mengutuk pembunuhan, penyalahgunaan, dan genosida terhadap Muslim Rohingya. Berbicara pada Konferensi Global Al Azhar, Mufti Besar Mesir Shauki Allam mengatakan, sikap heroik Gambia tak boleh dilupakan.

Shauki menjelaskan di tengah kelalaian masyarakat internasional yang kurang menganggap isu Rohingya penting, Gambia justru berjuang menghadirkan keadilan tersebut ke pengadilan internasional. Beliau bahkan menyebut kelalaian negara Muslim lainnya yang kurang berminat menangani isu Rohingya sebagai aib.

Myanmar menjadi pusat perhatian dunia pada 2017 ketika militer Burma bertindak brutal terhadap Muslim Rohingya. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia kemudian menyerukan Pemerintah Myanmar dibawa ke hadapan Pengadilan Kriminal Internasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembersihan etnis dan genosida.

 khazanah.republika/admin