Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sahabat yang dirahmati Allah , Al-Qur’an sebagai pedoman untuk menunjuki jalan manusia sehingga tidak melenceng dari garis yang benar, Al-Qur’an juga sebagai pengikat kaum mukmin supaya mereka tidak keluar dari batas aturan-aturan. Al-Qur’an bukan tali pengekang, tapi sebagai tali pengendali dari segala keburukan.

Kenapa Al-Qur’an disebut sebagai tali?. Karena Allah sendiri yang berkata demikian, disebutkan di dalam Quran surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi.

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan, maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu.Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk.”

Sahabat yang berbahagia, yang dimaksud tali Allah di dalam ayat tersebut adalah Al-Qur’an itu sendiri, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan secara marfu’ tentang sifat Al-Qur’an. Disebutkan bahwa.

“هُوَ حَبْلُ اللهِ المَتِيْنُ وَصِرَاطُهُ الْمُسْتَقِيْمَ”

Al-Qur’an itu adalah tali Allah yang kokoh dan jalan-Nya yang lurus,

Dalam hadits Abdullah yang di riwatkan oleh Ibnu mardawaih, bahwasannya Rasulullah bersabda.

” اِنََ هَذاَالْقُرْأَنَ هُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَتِيْنُ وَهُوَ النُّوْرُ الْمُبِيْنُ وَهُوَ الشِّفاَءُ النَّافِعُ عِصْمَةَ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِ وَنَجَاةً لِمَنِ اتَّبَعَهُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, cahaya yang menerangi, penawar yang memberi manfaat, sebagai penjaga bagi orang yang berpegang teguh dengannya dan penyelamat bagi yang mengikutinya“.

Di dalam tafsir Ibnu Katsir juga disebutkan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa

كَتَبَ اللهُ هُوَ حَبْلُ اللهُ المَمْدُودُ مِنَ السَّـمَاءِ اِلَى الآَرْضِ

“Kitab Allah itu adalah tali Allah yang di ulurkan dari langit ke bumi.

Adapun menurut Ibnu Mas’ud , yang dimaksud “tali Allah” adalah Al-Jama’ah, Al-Qurthubi menyatakan,sesungguhnya Allah memerintahkan supaya bersatu padu dan melarang berpecah belah, karena perpecahan itu adalah kerusakan dan persatuan dalam Al-Jama’ah itu adalah keselamatan.

Sementara itu kita tidak akan bersatu jika kita berpaling dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga jika kita maknai bahwa yang dimaksud tali Allah itu adalah Al-Qur’an atau Al-Jama’ah, maka kedua-duanya benar, Al-Qur’an yang menyatukan Al-Jama’ah, dan Al-Jama’ah atau persatuan umat berdasar Kitabullah yang menjadikan Islam kuat.

Sahabat yang berbahagia, Dalam ayat ini  Allah mewajibkan supaya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah nabi-Nya dan agar menyelesaikan permasalahanya berdasarkan keduanya. Allah juga memerintahkan agar berjama’ah dalam mengamalkan islam, sebab dengan cara damikian maka akan ada kesepakatan dan kesatuan yang merupakan syarat utama bagi kebaikan dunia dan agama.

Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim mengikatkan dirinya pada Tali Allah, yakni Al-Qur’an yang bisa menyatukan kita dalam jama’ah yang kuat, yang tidak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai simbol atau bacaan, akan tetapi menjadi aturan dan pemersatu umat, sehingga selaras dalam segala aspek kehidupannya.

Wallahu a’lam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.