Ketua Aliansi Pergerakan Islam atau API Jawa Barat Ustaz Asep Syaripudin menyayangkan munculnya reaksi yang mengaitkan panji Islam dengan radikalisme. Hal ini terkait adanya siswa yang mengibarkan bendera tauhid di Madrasah Aliyah Negeri Sukabumi.

Menurut Asep, seharusnya pihak Kemenag, sekolah dan Pemprov Jawa Barat merasa bangga ada siswa yang merasa bangga ia sebagai Muslim dengan mengibarkan bendera tauhid.

Kata Asep, tidak pada tempatnya jika siswa mengibarkan bendera tauhid itu dipermasalahkan dan dianggap meresahkan. Seharusnya, kata Asep, siswa yang mengibarkan bendera tauhid itu diapresiasi.

Wakil Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 itu menjelaskan bahwa bendera tauhid adalah panji Rosululloh, simbolnya umat Islam yang tidak perlu ditakuti.

Sebelumnya, foto sejumlah siswa MAN mengibarkan bendera tauhid beredar viral di media sosial. Di dalam foto itu, siswa mengibarkan bendera tauhid berwarna dominan hitam serta bertuliskan kalimat tauhid, “Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasulullah.” Tepat di sebelah pengibar bendera itu, terdapat siswa lain yang mengusung bendera Merah Putih. Di bagian lain, tampak spanduk dengan bertulisan ‘MAN 1 Sukabumi’.

(suaraislam/admin)