Bangladesh menutup layanan ke jutaan telepon seluler di sepanjang perbatasannya dengan India karena alasan “keamanan”. Upaya itu dilakukan di tengah kontroversi undang-undang kewarganegaraan baru yang disahkan oleh India dan dikhawatirkan mendorong masuknya migran Muslim ke Bangladesh.

Dikutip dari media setempat, Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh memerintahkan penutupan ponsel Senin malam di sepanjang satu kilometer di sepanjang perbatasan India. Hal ini sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Pengawas, Sohel Rana.

Bangladesh berbagi perbatasan 4 ribu kilometer dengan India. Penutupan jaringan seluler tersebut diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 10 juta pengguna ponsel.

juru bicara Asosiasi Telekomunikasi Seluler Bangladesh S.M. Farhad mengatakan bahwa sejumlah besar orang di daerah perbatasan tidak dapat mengakses internet dan layanan seluler lainnya.

Para pejabat dari Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh mengatakan adanya kekhawatiran terhadap undang-undang kewarganegaraan baru India. Undang-undang tersebut memberikan hak kepada para migran pengungsi dari negara-negara tetangga tetapi mengecualikan Muslim. Laporan-laporan media mengatakan ratusan orang yang baru saja memasuki Bangladesh dari India telah ditahan oleh penjaga perbatasan.

suaraislam/admin