Liga Arab akan membayar 100 juta dolar amerika per bulan kepada Otoritas Palestina untuk menutup kesenjangan, ketika Israel memblokir transfer pajak pada tahun ini. Hal itu dinyatakan oleh Liga Arab setelah pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad lalu.

Liga Arab dalam pernyataan yang dikutip Aljazirah, mengatakan bahwa pihaknya mengkonfirmasi bahwa negara-negara Arab akan mendukung anggaran Palestina, untuk memenuhi tekanan politik dan keuangan yang dihadapinya.

Israel mengumpulkan pajak atas nama Otoritas Palestina, namun telah membekukan pembayaran transfer kepada Palestina sebesar 138 juta dolar pada Februari berdasarkan Perjanjian Oslo. Pembayaran tersebut ditujukan untuk tahanan Palestina yang dipenjara di Israel.

Israel mengumpulkan dana dari impor ke Tepi Barat dan Gaza, serta pajak lainnya. Israel mentransfer sejumlah dana ke Otoritas Palestina setelah dikurangi pembayaran air dan listrik.

Pembekuan tersebut terjadi ketika Palestina menghadapi pemotongan anggaran yang cukup besar pada tahun lalu. Pemotongan dilakukan setelah Amerika Serikat yang memangkas dana untuk program pengungsi Palestina, UNRWA, dan program pembangunan di wilayah Palestina.

Selain itu, Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengurangi layanannya karena kekurangan dana. Pengurangan pendanaan merupakan kemunduran besar bagi Otoritas Palestina yang menghadapi kekurangan anggaran.

Langkah Liga Arab tersebut dilakukan ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Tramp bersiap untuk menyingkap “Deal of the Century”, untuk apa yang mereka sebut perdamaian antara Palestina dan Israel dalam beberapa bulan mendatang.

Pemimpin Palestina menyatakan tidak lagi mempercayai Amerika serikat sebagai perantara yang jujur, setelah sejumlah langkah kontroversial yang diambil oleh Tramp, di antaranya mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

(republika/admin)