Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melaporkan serangan pemberontak Yaman di bandara Abha, Saudi, melukai sembilan warga sipil. Serangan ini merupakan rangkaian serangan terbaru yang dilancarkan gerilyawan sejak beberapa pekan belakangan.

Dalam sebuah pernyataan oleh Badan Pers Saudi, koalisi militer menyatakan bahwa serangan di bandara Abha menyebabkan cedera sembilan warga sipil, termasuk delapan warga Saudi dan satu orang yang membawa paspor India.

Sebelumnya, pemberontak yang didukung Iran, Hutsi di Yaman mengatakan meluncurkan operasi serangan luas yang ditujukan ke pesawat tempur di bandara internasional Abha. Menurut TV Almasirah, Houthi menyerang dengan pesawat tanpa awak.

Beberapa pekan sebelumnya, bandara Abha di Saudi mengalami dampak dari serangan rudal dan drone Hutsi. Pada 12 Juni, serangan rudal pemberontak di bandara Abha melukai 26 warga sipil sehingga koalisi Saudi-Uni Emirat Arab berjanji menindak tegas.

Kembali didera rudal, pada 23 Juni, serangan pemberontak lain di bandara Abha menewaskan seorang warga Suriah dan melukai 21 warga sipil lainnya. Kelompok Hutsi memang meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut menjalankan kampanye militer berdarah di negara termiskin di Timur Tengah sejak 2015.

Menyusul serangan baru-baru ini, media pemerintah Saudi melaporkan intensifikasi serangan udara koalisi terhadap posisi pemberontak di provinsi Hajjah, Yaman utara dan ibu kota yang dikuasai Hutsi, Shon’a.

(republika/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM