Pelapor khusus PBB untuk Myanmar Yanghi Li mendesak ASEAN merespons dan mengambil tindakan atas pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar. Menurutnya, ASEAN memiliki peran besar untuk dimainkan di negara mayoritas Buddha itu.

Li mengatakan, pelanggaran HAM di Myanmar menciptakan masalah yang semakin serius untuk Asia Selatan dan Tenggara. Saat ini, sekitar 1,5 juta pengungsi dari Myanmar berada di Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dia pun menyoroti tentang perdagangan manusia dan obat bius dari Myanmar. Li mengaku sedih dengan laporan bahwa anak perempuan belia diperdagangkan dari Myanmar utara ke negara-negara tetangga untuk dijadikan pekerja seks.

Permasalahan HAM yang setumpuk di Myanmar tidak bisa dianggap sepele. Berlanjutnya pelanggaran HAM di Myanmar membahayakan kehidupan orang-orang di sekitar negara itu dan tanpa henti berdampak pada negara tetangga Myanmar sedemikian rupa sehingga dapat mengancam perdamaian serta keamanan Asia Selatan dan Tenggara.

Oleh sebab itu, Li meminta negara-negara di kawasan mengambil tindakan yang lebih kuat. Hal itu perlu dilakukan guna mengatasi masalah keamanan yang disebabkan tindakan Myanmar. (republika/admin).