Delegasi tingkat tinggi Myanmar mengunjungi lokasi pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh dalam rangka membicarakan repatriasi atau pemulangan kembali para pengungsi dengan para tokoh etnis muslim Rohingya.

Kunjungan delegasi tingkat tinggi Myanmar ke pengungsian Cox’s Bazar dilakukan pada Sabtu kemarin.  Delegasi berbicara dengan para pengungsi Rohingya dengan tujuan meyakinkan mereka untuk kembali ke negara asal mereka. hal ini sebagaimana diungkapkan Delwar Hossain, direktur jenderal di Kementerian Luar Negeri Bangladesh seperti dikutip Aljazeera.

Delegasi Myanmar dipimpin oleh sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri, Myint Thu dan beranggotakan 15 orang. Mereka mengadakan pertemuan selama empat jam dengan para pemimpin masyarakat muslim Rohingya di pengungsian. Pertemuan itu juga melibatkan tokoh perempuan Rohingya.

Pertemuan para pemimpin muslim Rohingya dengan delegasi Myanmar menyita perhatian para pengungsi. Ratusan orang Rohingya berkumpul di lokasi pertemuan, meski akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan Bangladesh.

Cox’s Bazar menjadi salah satu lokasi pengungsian muslim Rohingya, dengan puluhan kamp pengungsian berdiri di atasnya. Etnis muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine setelah mengalami penindasan dan menjadi sasaran genosida. Saat ini Bangladesh menjadi tempat pelarian 1,2 juta orang Rohingya.

Rencana pemulangan pengungsi Rohingya ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan Bangladesh dan Myanmar pada November 2017. Namun sejauh ini tak ada orang Rohingya yang bersedia kembali. Bangladesh juga tak memaksa para pengungsi untuk kembali ke Myanmar.

(kiblat/admin)