Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an atau LPMQ, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelenggarakan Ijtima Ulama Alquran Tingkat Nasional di El Hotel Royale, Bandung, Senin malam. Acara bertema ‘Uji Sahih Terjemahan Alquran Edisi Penyempurnaan’ ini dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kepala Badan Litbang Serta Pendidikan dan Pelatihan Kemenag, Abdurrohman Mas’ud mengatakan, uji shahih terjemahan Alquran ini telah dilakukan sejak 2018 lalu dalam acara Mukernas Ulama Alquran, yang mana saat itu hanya membahas juz 1 sampai juz 20. Untuk menyempurnakan, maka pada Ijtima Ulama Alquran ini akan membahas 10 juz terakhir.

Selain membahas terjemahan Alquran, Abdurrohman Mas’ud berharap, para ulama Alquran dan pakar Alquran yang menjadi peserta acara ini juga membahas tentang isu-isu aktual yang berkembangan di masyarakat.

Dalam perkembangannya, terjemahan Alquran terus diperbaiki dan disempurnakan oleh LPMQ. Sejak diterbitkan pertama kali pada 1965, terjemahan Alquran ini setidaknya telah melalui proses perbaikan dan penyempurnaan sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1989 dan 2002.

Seiring dengan perkembangan dinamika masyarakat dan bahasa Indonesia, LPMQ kembali melakukan kajian dan pengembangan terjemahan Alquran. Kajian yang telah dilakukan sejak 2016 hingga 2019 ini melibatkan para pakar Alquran, tafsir, dan tim ahli bahasa Indonesia. Dengan demikian, diharapkan terjemahan Alquran lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Salah satu ahli tafsir Alquran yang menjadi peserta, kyai haji Sahiron Syamsuddin mengatakan, Ijtima Ulama Alquran ini sangat penting bagi para ulama Alquran untuk memberikan kontribusinya dalam menerjemahkan Alquran.

(khazanah.republika/admin)