Pemerintah Bangladesh berencana memulai proses repatriasi pengungsi Rohingya pada September mendatang. Namun, Dhaka belum mengumumkan tentang mekanisme pemulangan mereka ke Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abdul Momen. Dia mengaku memiliki firasat yang kuat tentang hal tersebut.

Sebelumnya Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Myanmar, Christine Skrener Burgener mengatakan situasi di Rakhine masih belum kondusif untuk repatriasi pengungsi Rohingya. Hal itu disampaikan saat bertemu Menteri Luar Negeri Bangladesh, Syahidul Haq pada Selasa sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, Christine menyampaikan tentang hasil kunjungannya selama 10 hari ke Myanmar yang dimulai sejak 9 Juli lalu. Saat berada di negara tersebut, ia bertemu dengan para menteri, pejabat pemerintah, perwakilan masyarakat sipil, dan berbagai badan PBB.

Selama berada di sana, Christine mengaku tak tenang dan gerakannya benar-benar dibatasi.

Dia hanya dapat mengunjungi tempat-tempat yang telah ditentukan oleh Pemerintah Myanmar. Menurut para pejabat Bangladesh, dalam pertemuan itu, Haque kemudian bertanya apakah keadaan di sana tidak kondusif untuk proses repatriasi pengungsi Rohingya. Christine setuju bahwa situasinya tak kondusif bagi para Rohingya untuk kembali.

(republika/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM