Presiden Bangladesh, Abdul Hamid, meminta Asosiasi Lembaga Haji Bangladesh atau HAAB, untuk tidak menipu masyarakat atas nama bisnis haji.

Merujuk pada berbagai anomali dan penyimpangan dalam menangani urusan haji, Presiden mengeluarkan peringatan keras terhadap kelalaian, penyimpangan, dan korupsi dalam manajemen haji.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah tidak akan ragu untuk bersikap keras terhadap individu, lembaga atau institusi mana pun jika ditemukan terlibat dalam praktik buruk semacam itu.

Presiden meminta perwakilan HAAB untuk memastikan semua fasilitas yang diperlukan bagi jamaah haji saat berada di Makkah dan Madinah. Sementara itu, Abdul Hamid juga meminta jamaah agar memanjatkan do’a bagi pengembangan dan kemajuan negara sembari beribadah di tanah suci.

Ia menyebut jamaah haji sebagai duta negaranya. Karena itu, Presiden juga mengimbau calon jamaah haji untuk menjaga citra negara di semua bidang.

Ia lantas menyampaikan harapannya bahwa semua jamaah dapat kembali dengan selamat setelah melakukan haji.

(ihram/admin)