Sebuah pulau di Bangladesh siap menampung 100 ribu pengungsi Rohingya. Pejabat Bangladesh menyatakan, meski telah ada tempat namun belum ada tanggal pasti untuk memulai pemindahan pengungsi dari kamp.  Pejabat itu menjelaskan tanggul perlindungan banjir, rumah, rumah sakit, dan masjid telah dibangun di Bhasan Char atau pulau terapung di Teluk Bengal. Hal ini sebagaimana diungkapkan Komisaris Bantuan dan Repatriasi Pengungsi Bangladesh Mahbub Alam Talukder, Kamis kemarin.

Pulau ini dibangun untuk menampung 100 ribu orang. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari jutaan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari gelombang penganiayaan kejam di Myanmar. Hingga saat ini, media asing belum bisa mengunjungi pulau yang telah disediakan tersebut.

Jurnalis lepas Bangladesh Saleh Noman baru-baru ini berkunjung ke pulau tersebut. Dia menggambarkan sebuah komunitas yang muncul di sana. Jurnalis tersebut menyatakan ada  pasar dengan sekitar 10 toko kelontong dan warung teh pinggir jalan. Beberapa penjual ikan dan sayuran juga bisa dilihat di pulau tersebut. Listrik diatur dengan sistem tenaga surya dan terdapat pasokan saluran air. Kontraktor pembangunan Pulau Bhasan Char menyatakan mereka membangun infrastruktur berkualitas.

Akan tetapi badan-badan bantuan internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan keras menentang rencana relokasi sejak pertama kali diusulkan pada 2015 silam. Penentangan ini muncul karena kekhawatiran badai besar dapat membanjiri pulau itu dan membahayakan ribuan jiwa.

internasional.republika/admin