Sahabat hijrah yang berbahagia, pernah mendengar nggak sih ungkapan bahwa dibalik pria yang hebat ada wanita yang hebat di belakangnya, wanita yang hebat itu bisa jadi ibu yang mendorong anak lelakinya atau bisa juga istri yang mensuport suaminya sehingga menjadi pribadi yang hebat.

Nah sahabat, ternyata wanita yang hebat itu tidak ujug-ujug jadi tanpa adanya proses, wanita yang hebat tentunya lahir dari didikan yang hebat juga, nah, di dalam agama islam, wanita memiliki posisi yang mulia dan memang dimuliakan, wanita memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan, wanita memiliki posisi yang penting sebagai pribadi yang menyediakan Rahim bagi pribadi-pribadi hebat yang akan lahir, pribadi yang akan menegakkan islam dan peradaban.

Oleh karena itu sahabat, tak heran jika Rasulullah  berwasiat untuk memberi nasihat kebaikan kepada para wanita.

Rasulullah  bersabda.

اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ

Berwasiatlah kalian untuk para wanita

فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ،

 

karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya.

فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ

Jika engkau ingin meluruskan tulang rusuk tersebut maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah untuk para wanita”.

Hadits riwayat Bukhori.

Sahabat hijrah, Makna dari sabda Rasulullah . “Berwasiatlah untuk para wanita” ada beberapa makna.

Makna yang pertama, hendaknya kita saling berwasiat untuk memperhatikan dan menunaikan hak-hak wanita.

Apa saja sih hak wanita itu?. banyak sekali, diantaranya adalah memperoleh pendidikan yang benar, memperoleh nafkah dari ayahnya jika dia belum menikah, dan memperoleh nafkah dari suami ketika dia sudah menikah, dan terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi.

Bahkan sahabat, sebelum peradaban barat menggembar-gemborkan emansipasi, islam sudah punya konsep tentang memuliakan wanita, disaat yang sama, di berbagai tempat wanita diremehkan dan dilecehkan.

Makna yang kedua, hendaknya kita berlaku lemah lembut kepada wanita, karena memang secara qodrat wanita memiliki kelemahan dan perasaan yang lebih lembut daripada lelaki. Jadi nggak fair jika wanita dibentak-bentak, apalagi dipukul dan mendapatkan kekerasan fisik yang diluar batas.

Wanita boleh dipukul bila terlihat tanda-tanda nusyuz atau membangkang, itu pun tidak langsung dipukul, tapi dinasihati dulu, jika tidak mempan, pisah tempat tidur, jika masih tidak mempan, baru dipukul, itu pun tidak membuatnya cedera dan tidak ditempat yang riskan seperti wajah, akan tetapi di betis atau bagian tubuh yang tidak riskan.

Sahabat hijrah, terkadang seorang wanita didzolimi oleh suaminya, hak-haknya tidak ditunaikan oleh suaminya, kadang memperoleh cacian atau omelan yang hampir diterimanya tiap hari, tapi wanita itu tidak kuasa untuk bercerai dengan suaminya karena banyak hal dan sebab, misalkan karena factor anak, dan karena factor ekonomi, khawatir jika bercerai tidak ada yang menanggung kebutuhan hidupnya.

Lalu kepada siapa lagi wanita tersebut bisa mengadu kedzaliman selain kepada Allah subhanahu wata’ala?.

Oleh karena itu, tak heran jika Rasulullah  juga berwasiat kepada para suami untuk selalu menunaikan kewajiban mereka untuk wanita, dan memberi hak-hak wanita yang berada di bawah tanggungannya, yakni istri,

Saat haji wada’ Rasulullah  bersabda.

فَاتَّقُوْا اللهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوْهُنَّ بِأَمَانِ اللهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللهِ

Bertakwalah kepada Allah pada penunaian hak-hak para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.”

Hadits riwayat Muslim.

Selain itu sahabat, para lelaki juga harus menyadari bahwa kodrat wanita diciptakan dengan kekurangan, sehingga tidak seharusnya mengharapkan kesempurnaan, karena boleh jadi, para wanita juga mendapatkan banyak kekurangan dari kaum laki-laki, yang tidak diketahui oleh laki-laki.

mari kita simak lagi nasihat dari Rasulullah  yang berbunyi.

الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ

Wanita seperti tulang rusuk, jika engkau luruskan maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau menikmatinya maka engkau menikmatinya dan pada dirinya kebengkokan.”

Hadits riwayat Imam Bukhori.

Akan tetapi sahabat, bukan berarti seorang suami membiarkan istrinya dalam kebengkokan tanpa adanya usaha untuk meluruskan kekurangan si istri.

Wajib bagi seorang suami untuk mengarahkan istrinya kepada pendidikan agama, dan pengamalan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Oleh karena itu, Allah berfirman di dalam quran surat at-Tahrim ayat 6.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (التحريم : 6 (

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Namun perlu diingat, bahwa menasehati seorang wanita harus dengan cara yang selembut-lembutnya. tidak menyakitinya baik dengan perkataan maupun perbuatan.

Nah sahabat, tentunya wasiat ini tidak terbatas terhadap orang yang sudah menikah, tidak terbatas terhadap para suami yang memiliki istri. tapi wasiat ini juga bisa diterapkan oleh kaum muda yang masih melajang. bagaimana bisa?.

Tentunya bisa. kita bisa memberi nasihat kepada kebaikan kepada saudari-saudari kita yang masih jauh dari jalan kebenaran, atau bahkan bibi-bibi kita, ibu kita sendiri atau anak saudari yang masih jauh dari kebenaran.

Ajaklah mereka dengan lemah lembut, lindungi mereka dari kebobrokan dan kemaksiatan yang semakin hari semakin mengepung kita.

Akhir kalam, mari kita menjadi pribadi yang sholeh dan menjadi harapan perubahan bagi sekitar kita, khususnya menjadi cahaya bagi para wanita.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.