Seorang wanita paruh baya berinisial SM membawa seekor anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh di kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial, dan kini SM sedang ditangani pihak aparat keamanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia Kyai Haji Yusnar Yusuf mengingatkan umat Islam agar tidak emosional menanggapinya. Umat Islam diimbau tetap tenang dan menyerahkan kasusnya kepada polisi.

Yusnar menyatakan, sebagai Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia, dirinya mengimbau semua umat Islam jangan emosional.

Menurutnya ada dua kemungkinan dari kejadian SM yang membawa anjing ke dalam masjid. Pertama, SM tidak paham aturan masuk masjid. Kedua, SM paham aturan masuk masjid tapi ingin menghina. Namun menurutnya, sebaiknya umat Islam berbaik sangka, dan menganggap SM yang membawa anjing ke dalam masjid tidak paham aturan.

Yusnar menyatakan, karena kasus tersebut sudah ditangani oleh aparat keamanan, maka serahkan kepada polisi. Jika polisi melakukan upaya untuk menjunjung tinggi hukum, serahkan saja kepada polisi bagaimana proses hukum seharusnya. Dari aspek hukum di negara ini, bagaimana sebetulnya memperlakukan orang yang membawa anjing ke dalam masjid.

Ia juga mengimbau semua masjid sebaiknya membuat suatu aturan seperti Masjid Istiqlal. Orang yang hendak masuk Masjid Istiqlal diatur agar tidak memakai sandal atau sepatu. Jika tidak membawa kerudung, petugas di masjid akan menyiapkan kerudung untuk menutupi auratnya.

(khazanah.republika/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM