Manhaj – Sahabat yang semoga dirahmati Alloh , pada edisi kali ini kita akan melanjutkan pembahasan buah dari Ittiba’ atau mengikuti Rosululloh . Berikut ini adalah buah ittiba’ kepada Rosululloh :

Yang Pertama, Mahabbatulloh.

Buah  dari ittiba’ kita kepada Rosululloh jika kita lakukan dengan benar adalah mahabbatulloh atau cinta dari Alloh sekaligus maghfiroh atau ampunanNya.

Alloh berfirman,

Artinya, “Katakanlah (Hai Muhammad), jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. (QS. Ali-Imron : 31)

Cinta kepada Alloh yang dibuktikan dengan ittiba’ atau pengikutan kepada Rosululloh akan melahirkan buah manis berupa cinta Alloh . Alloh memerintahkan kita mengikuti Rosululloh dan setiap perintah Alloh apabila kita laksanakan dengan ikhlas dan benar pasti akan mendatangkan cinta dari-Nya. Ketika Alloh telah mencintai hamba-Nya, maka segala kekurangan dan dosa yang terjadi akan mudah diampuni oleh Alloh .

Yang Kedua, Mendapatkan Rahmat Alloh.

Orang-orang yang mentaati Rosululloh dengan mengikuti sunnah beliau akan memperolah rahmat dari Alloh Karena orang-orang yang mencontoh Rosululloh pastilah orang-orang yang berbuat baik atau ihsan. ingatlah makna ahsanu ‘amala menurut Fudhoil bin ‘Iyadh dan orang-orang yang berbuat ihsan amat dekat dengan rahmat Alloh .

Alloh berfirman,

Artinya, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah : 71)

Dan firman –Nya,

Artinya, “Sesungguhnya rahmat Alloh amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-‘Arof : 56)

Yang Ketiga, Mendapatkan Hidayah dari Alloh.

Rosululloh bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِيْ فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

Artinya, “Sesungguhnya setiap amal itu mempunyai puncak semangat, dan setiap semangat memiliki titik jemu. Maka barangsiapa kelesuannya tetap dalam sunnahku berarti ia telah mendapat petunjuk dari Alloh, dan barangsiapa kelesuannya tidak dalam sunnahku berarti ia celaka”. (HR. Ahmad)

Hadits ini menegaskan bahwa tetap berada dalam sunnah dalam segala keadaan akan mendatangkan tambahan petunjuk dari Alloh . Oleh karena itu, orang-orang yang beriman selalu berusaha mengikuti sunnah Rosululloh ketika sedang bersemangat atau sedang lesu atau kurang semangat. Ia tidak membiarkan dirinya hanyut dan terbawa bisikan setan sehingga membuatnya jauh dari hidayah Alloh .

Yang Keempat adalah Mushohabatul Akhyar fil Jannah

Mengenai hal ini Alloh berfirman dalam surat An Nisa ayat 69:

Artinya, “Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan RosulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang solih. Dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa : 69)

Orang yang ittiba’ kepada Rosululloh akan dikumpulkan bersama orang-orang pilihan di surga nanti, yaitu para nabi, orang-orang yang shiddiq, syuhada, dan sholihin.

Rosululloh bersabda tentang syafa’at, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori ,

« مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: “اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ”، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

“Barangsiapa berdoa ketika mendengar panggilan adzan: ‘Ya Alloh Rabb seruan yang sempurna ini, dan sholat yang ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, bangkitkan dia dengan kedudukan mulia yang telah Engkau janjikan kepadanya, maka akan mendapat syafaatku di hari kiamat.”

Hadits ini menunjukkan keutamaan do’a setelah adzan. Ia juga mengisyaratkan bahwa mengikuti perintah dan arahan Rosululloh adalah sesuatu yang membuat kita berhak mendapatkan syafa’at dari beliau.

Jika mentaati satu perintah Rosululloh saja yakni membaca do’a setelah adzan, akan membuat pembacanya berhak mendapatkan syafa’at beliau, apalagi dengan mengikuti dan mentaati sunnah beliau secara keseluruhan, maka orang itu lebih berhak untuk mendapatkan syafa’at beliau.

Sahabat yang semoga dirahmati Alloh , demikianlah pembahasan kita pada kesempatan pada edisi kali ini tentang Ittiba’ kepada Rosululloh . Semoga Alloh memudahkan kita untuk mengikuti sunnah-sunnah Rosululloh dalam kehidupan kita sehari-hari dan memudahkan kita beramal yang sesuai dengan perintah Alloh dan RosulNya .

Wallohu a’lam…