Sebanyak 17 warga sipil Suriah terbunuh di pinggiran Ghautah Timur yang terkepung saat pasukan pimpinan Bashar Assad dan Rusia meningkatkan serangan udara di wilayah tersebut.

Angkatan udara pasukan Suriah melakukan lebih dari 40 serangan dalam 48 jam terakhir, menerjang sebagian besar wilayah pinggiran timur Ghautah.

Meskipun Ghautah Timur secara resmi masuk ke dalam zona “de-eskalasi” atau zona non agresi milter namun pertempuran tidak pernah terhenti di sana, bahkan serangan udara makin mengganas. Sebagaimana diketahui, Rusia dan Turki telah bersepakat untuk menjadikan Ghauta sebagai zona non agresi.

Selain mendapatkan ancaman berupa serangan udara yang terus menerus, Ghauta juga mengalami krisis pangan dan obat-obatan. Menurut laporan PBB lebih dari seratus anak di Ghauta Timur menderita kekurangan gizi buruk.

(arrahmah.com)