Quebec telah mengesahkan Undang-Undang Simbol Keagamaan yang mengundang kontroversi.  Pasal dalam undang-undang tersebut salah satunya melarang warganya seperti pegawai negeri sipil, termasuk perawat, guru, dan petugas kepolisian, dari mengenakan simbol-simbol agama seperti turban, jilbab, salib, dan kippah saat bekerja.   Undang-undang ini pun menuai protes keras dari berbagai pihak. Salah satunya Komunitas Muslim Kanada Dewan Nasional Muslim Kanada.  Hal ini sebagaimana diungkap media turki hari kemarin.

Komunitas muslim tersebut mengajukan gugatan  terhadap undang-undang kontroversial Quebec kepada pengadilan tinggi Kanada. Gugatan tersebut juga diajukan Asosiasi Kebebasan Sipil Kanada dan seorang bernama Ichrak Nourel Hak, korban dari pemberlakuan undang-undang tersebut. Hak merupakan seorang mahasiswa Universitas Montreal yang belajar untuk menjadi seorang guru tetapi karena dia mengenakan jilbab, dia tidak bisa mengajar di sekolah umum Quebec.

Kritikus  berpendapat bahwa aturan tersebut bisa saja merupakan serangan terselubung yang ditujukan kepada Muslimah yang mengenakan hijab. Aturan ini memaksa mereka untuk memilih antara agama dan pekerjaan mereka.  Undang-undang ini telah disahkan Juni 2019, berlaku untuk karyawan baru. Pendukung aturan ini berpendapat mereka menjaga netralitas terhadap semua agama.

khazanah.republika/admin