Muhammadiyah melalui perwakilan Lembaga Penanggulangan Bencananya dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss meminta ada perubahan perspektif, tidak eksklusif dalam penyaluran bantuan kemanusiaan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC, Rahmawati Husein yang diundang menjadi pembicara dalam Panel Tingkat Tinggi PBB untuk urusan Kemanusiaan. Ia menyampaikan pengalaman Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana di Indonesia dan di beberapa negara.

Rahmawati mengatakan bahwa organisasi International harus mau berubah dan memiliki perspektif yang baru dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Organisasi Internasional perlu melihat mekanisme yang dipakai di negara tujuan, tidak asal datang tanpa memahami arsitektur kemanusiaan.

Menurutnya juga, Organisasi Internasional perlu bekerja sama dengan organisasi lokal secara sejajar. Tidak mengarahkan sesuai keinginan atau praktik seperti yang mereka biasa lakukan.

Rahmawati, mengimbau para lembaga kemanusiaan Internasional perlu mencari tahu pemain lokal. Memahami cara kerja organisasi lokal, baik pemerintah maupun organisasi nonpemerintah, termasuk komunitas budaya setempat, dengan mendukung upaya yang dilakukan, bukan malah sebaliknya.

Dia memberi contoh MDMC Muhammmadiyah setiap tahunnya merespons 70 kejadian bencana di Indonesia, meningkat dari 50-an pada 2010 hingga 2015.

Selain membawa nama Muhammadiyah, Rahmawati juga menjadi perwakilan Indonesia, sebagai salah satu Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Dia juga menjadi satu-satunya wakil Asia, dari empat panelis yang berasal dari Kolombia, Liberia, dan Uganda.

(republika)