Para pengungsi Rohingya di Bangladesh menolak pulang ke kampung halaman mereka di provinsi Rakhine atau Arakan Myanmar. Mereka bersedia pulang dengan syarat pemerintah Myanmar mengakui etnis Rohingya.

Delegasi Myanmar diketahui mengunjungi kamp-kamp pengungsian Rohingya di daerah Cox Bazaar pada Sabtu dan Ahad kemarin. Ini merupakan kali kedua pejabat Myanmar datang untuk meyakinkan para pengungsi agar mau pulang setelah sebelumnya ditolak pada Oktober lalu.

Delegasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Myanmar, Myint Thu mengadakan pertemuan dengan 35 pemimpin Rohingya. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Rohingya mengatakan bahwa mereka ingin diakui oleh Myamar sebagai kelompok etnis dengan hak kewarganegaraan sebelum kembali. Dil Mohammed, salah satu pemimpin Rohingya yang turut serta dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak akan kembali kecualiĀ  diakui sebagai etnis Rohingya di Myanmar.

Mohammaed juga mengatakan mereka tidak akan kembali ke Myanmar kecuali tuntutan keadilan, perlindungan internasional dan kemampuan untuk kembali ke desa dan tanah asli mereka terpenuhi.

(kiblat/admin)