Ratusan massa yang tergabung dalam beberapa Ormas Islam se-Jabar, menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Gedung Sate, Senin kemarin. Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasa pun diterima Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk menampung aspirasi mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Lapangan Aksi, Iwan Daryana, mengatakan ormas se-Jabar menggelar aksi untuk menuntut beberapa hal. Pertama, terkait isu rencana pemerintah Kota Bandung yang akan menyelenggarakan parade lintas budaya pada 15 Februari 2020. Iwan menegaskan bahwa ormas islam menolak acara tersebut karena penuh dengan nuansa kemusyrikan yang bertolak belakang dengan agama Islam. Hal ini diungkapkan Iwan saat audensi dengan Wagub Jabar.

Menurut Iwan, jika pemerintah daerah bersikukuh parade lintas budaya itu akan digelar, maka Ormas Islam akan bergerak.  Iwan menegaskan, dia ingin memastikan acara tersebut tak digelar.

Iwan menilai, Bandung Raya, toleransinya cukup tinggi. Karena, tak pernah terjadi pengrusakan sarana ibadah yang lain. Dia menyindir bahwa parade budaya dan lintas agama dengan alasan toleransi tapi justru merusak aqidah umat islam tidak bisa dibenarkan.

Selain itu, menurut Iwan, Ormas Islam di Jabar pun menolak rencana kirab budaya Jabar yang akan digelar di Cirebon. Alasannya juga mengandung potensi kesyirikan. (republika/admin)